3 tahun yang lalu,kamu masih disini...
kamu duduk di tahta kesayanganmu...
dengan baju khasmu...
kemeja putih lengan pendek,celana jeans guess dan sabuk dompet kulit tempat kamu menyimpan semua hasil jerih payahmu...
3 tahun yang lalu,masih banyak pedagang cina daratan dengan bahasa mandarin fasih yang sering bikin aku geleng-geleng kepala mencoba mengerti bahasanya...
kuingat,pernah ku tanya padamu,bagaimana tulisan "Tham" dalam bahasa aslinya...
kamu dengan tekun,mencoretkan sesuatu di bukuku yang sekarang entah hilang kemana...
3 tahun yang lalu,rumahku penuh sesak dengan barang-barang masa lampaumu yang selalu kamu bangga2kan didepan aku...
"ini gebyok jawa,umurnya 20 thn"
aku hanya manggut2,mencoba mengerti dan melihat darimana keindahan pintu gerbang kayu ini...
kuingat bagaimana kamu tidak peduli dengan ocehan orang-orang sekitar karena kamu menukarkan 1 mobil honda celo gress dengan gebyok kayu itu..
kuingat waktu burung milik uncle meninggal, kamu hanya bisa bilang...
"makanya beli barang antik,jangan beli hewan...kalo meninggal cuman bisa gigit jari. kalo barang antik,bisa dipandang dan harga setiap tahun selalu bertambah nilainya...
kadang tak bisa kumengerti dirimu yang benar-benar menggilai barang-barang sejarah ini...
lukisan,kamu pajang berderet-deret di istanamu
itupun kamu masih menyimpan beberapa lagi,tanpa dipajang...
piring-piring kuno,kamu tumpuk sampai sudah tak muat lagi di lemari istanamu...
tapi tetap saja kamu tetap mengumpulkannya...
3 tahun yang lalu,kamu juga masih sibuk dengan topeng-topeng kayu itu...
sibuk masuk keluar hotel arya duta di jakarta...
hanya untuk mengikuti lelang borobudur yang sampai sekarang katalognya masih datang... ah,apakah kamu tahu itu?
belahan jiwamu hanya mengomel dan tak tahu apa yang hendak kamu beli di arya duta itu...
"harganya bukan puluhan lagi,pa... sudah ratusan... kita bukan orang kaya." celotehnya tapi kamu hanya tak perduli...kamu hanya suka dan bilang kalimat kesukaanmu... "orang suka lain2" :)
3 tahun sudah berlalu...
istanamu masih penuh sesak dengan barang-barangmu
sebagian sudah dilelang krn banyak orang ngeri melihat patung-patung peliharaanmu...
istanamu pun sudah tdk seperti dulu...
sudah dicat warna kuning... dan kelihatan bersih sejak patung-patung itu menghilang... apakah kamu tahu itu?
ahh,rindunya padamu...
sekalipun kamu buat kebisingan,keributan dan ketakutan kalo masuk istanamu...
tetap aku rindu dengan bunyi jejak langkahmu...
pulang membawa oleh-oleh kayu dan piring yang katamu kuno...
rindu dengan udang lapis ham,sate ayam,soto pecindilan dan martabak holland yang selalu kamu tenteng tiap kamu pulang rumah...
tahukah kamu, ada bau melati di istanamu saat kamu diputuskan oleh Pengadilan Tertinggi kalo kamu tidak boleh balik lagi ke istanamu selamamu...
tahukah kamu,aku menangis seharian dan tidak keluar dari ruanganku...
hanya mengingat tentang dirimu dan perkataan terakhirmu...
apakah kamu tahu disana??
"Bekerja itu seperti menanam pohon, berilah pupuk, peliharalah dengan baik maka pohon itu akan memberikan buah yang baik untuk mu"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar